Dalam melakukan pengembangan wisata memang sangat penting untuk melakukan daya tarik para wisatawan, oleh karena itu para wisatawan juga memiliki minat yang berbeda beda entah itu di bagian pemandangan, tempat, desain, konsep yang telah di buat oleh para panitia mangrove. Oleh karena itu ABDIMAS 40 utm ingin melakukan promosi terhadap wisata mangrove sendiri dengan melalui sosial media yang telah tersedia.
Pengembangan fasilatas yang terdapat di wisata mangrove juga dapat menarik para wisatawan dengan malalui promosi lewat media sosial yang ada. Hal ini berguna agar wisata mangrove dapat dikenal di berbagai tempat tidak hanya di desa Labuhan. Kawasan mangrove sendiri memiliki objek wisata yang bernuansa alam yang dikelilingi oleh laut dan hutan bakau yang rimbun. Hutan bakau ini selain berguna untuk menahan ombak dari laut juga menjadi spot-spot foto yang menarik.
“Pengembangan wisata bakau labuhan manis (WBLM) tahun ini merubah konsep dari yang sebelumnya merupakan wisata edukasi, menjadi café wisata. Hal ini diharapkan dapat menarik pengunjung terutama para anak muda yang suka nongkrong dipinggir laut”. Ujar bapak Jawahir, SPd.i selaku kepala desa Labuhan.
Wisata mangrove memiliki pemandangan yang sangat memikat para wisatawan. Terdapat beberapa lokasi yang dapat dijadikan sebagai spot spot foto yang menarik. Seperti di lorong-lorong hutan bakau, tempat duduk dipinggir sepanjang jalan bahkan terdapat café yang dapat dijadikan tempat nongkrong untuk menikmati senja.
Dengan keunggulan yang terdapat di wisata mangrove juga tidak kalah menarik dengan wisata yang lain. Lokasi wisata mangrove yang terdapat dipinggir laut menjadikannya semakin menarik. Angin yang menyejukkan dengan keindahan matahari terbenam adalah andalan dari wisata mangrove di desa Labuhan.
0 Komentar