Tim KKN-T UTM Kelompok 14 yang dibimbing oleh Bapak Adi Kurniawan Saputro, S.Pd., M.T melakukan melakukan pengabdian masyarakat di Desa Labuhan, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang yang bertemakan “Pemanfaatan Potensi Desa Menuju Pembangunan Berkelanjutan”.
Para mahasiswa UTM ini
memberikan sosialisasi mengenai pembuatan dan penerapan teknologi tepat guna
berupa sistem BUDIKDAMBER di Dusun Bates, Desa Labuhan, Rabu (12/07/2023).
Tujuan kegiatan tersebut
agar masyarakat dapat memanfaatkan lahan sempit di pekarangan rumah dengan
budidaya pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.
“Desa Labuhan ini
memiliki permasalahan pertanian yang cukup sulit, dimana saat musim kemarau akan
mengalami kekurangan air sehingga kegiatan pertanian tidak dapat dilakukan
dengan baik. Oleh karena itu, kami berinisiatif untuk mengenalkan sistem
BUDIKDAMBER kepada masyarakat dengan memanfaatkan barang-barang bekas untuk
kegiatan budidaya sehingga masyarakat mendapatkan hasil ikan dan sayuran yang
dapat dikonsumsi pribadi ataupun dijual” ujar Septiana Laraswati selaku
penanggung jawab program kerja.
Kegiatan tersebut
dihadiri oleh anggota kelompok tani dan masyarakat Dusun Bates, Desa Labuhan
yang berjumlah sekitar 50 orang. Rangkaian kegiatan sosialisasi terdiri dari
pengenalan sistem BUDIKDAMBER, proses pembuatan rangkaian media tanam dan alat,
serta manfaat dari sistem budidaya ini.
Sementara itu, Siti Nur
Hanifa selaku penanggung jawab program kerja juga menyampaikan bahwa sistem
BUDIKDAMBER ini dapat dijadikan solusi untuk mengatasi permasalahan pertanian
di lahan kering. Masyarakat tetap mendapatkan sayur dan ikan untuk dikonsumsi
ataupun dijual.
“Budidaya kangkung dan
lele di dalam ember dapat dilakukan di masing-masing rumah masyarakat tanpa
memerlukan lahan yang luas, sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan sendiri
ataupun dijual” ungkapnya.
Bapak Hamzah selaku
Kepala Dusun Bates mengucapkan banyak terima kasih kepada tim KKN-T UTM
Kelompok 14 yang telah memberikan ilmu baru kepada masyarakatnya dalam kegiatan
sosialisasi ini.
“Kegiatan sosialisasi
terkait pertanian ini memang baru pertama kali dilaksanakan di Dusun Bates
sehingga masyarakat sangat antusias untuk mengikutinya. Saya harap masyarakat
dapat menerapkan ilmu yang telah diberikan dan semoga ada lagi sosialisasi yang
dilakukan selanjutnya”, ujar Bapak Hamzah.
Adapun mahasiswa
penanggung jawab yang melakukan kegiatan sosialisasi pembuatan sistem
BUDIKDAMBER yaitu, Septiana Laraswati – Mahasiswa Agroekoteknologi dan Siti Nur
Hanifa – Mahasiswa Ilmu Kelautan.
0 Komentar